Thursday, April 22, 2010

Football Soccer Girls BodyArt Paintings Jersey

After a very long time "humanbodyartpaintings" come back with some exclusive football or soccer girl body art photos to you. We are happy to came back and here to present you (body art painted lover) the most fabulous and popular body art creation. Know that you love body art as I do. Hope, you will enjoy these sexy football soccer girls bodyart jersey. These paintings are little bit exotic I know, but you can't ignore the beauty of these soccer jersey body paintings. Watch the sexeurocup Football Body Painting art girls.
Read more »

Labels: , , , , , , , ,

Tuesday, April 13, 2010

WhAT hAVe you DonE for YoUr FutUrE?? wHaT wIIL yoU dO iN ThE FuTuRe???

Hmmm...kalau ditanya cita-citakuw sejak kecil akw juga nggak begitu yakin biz da lama banget, akw juga nggak begitu inget masa kecilkuw dulu seperti apa. Kalau nggak salah ni ya, disaat banyak anak yang bercita-cita jadi dokter entah itu dokter umumlah, hewanlah, gigilah, dan sejenisnya aku lebih suka melihat seorang polisi wanita dengan badan tegapnya melawan penjahat-penjahat tanpa menyinsingkan sisi keibuannya. Tapi setelah dipikir-pikir jadi polwan tuh nggak enak, uda kerjaannya membahayakan, harus panas-panasan mulu dan satu lagi kewajiban untuk berambut pendek. Ooohh... TiidAaakkk...!!! tidAAaaakk...!!! Tidak mungkin terjadiii...!!!

SAYA TIDAK SUKA RAMBUT ALA CHIBI MARUKO CHAN. 



Tyuz waktu SMP disaat semua anak kepengen jadi aktris, ilmuwan atau penyanyi, akw malah ngebayangin jadi seorang reporter berita, akw mbayangin gimana susahnya jadi seorang reporter yang harus mengejar berita tyuz narasumbernya pake sok ogah-ogahan gitu. Setelah dapet bahan berita masuk tipi pake mikropon lalu dengan gayakuw sendiri membacakan naskah yang akuw susun. Perlahan-lahan akw naek pangkat jadi pembaca berita beneran. Ini salah satu cita-cita favoritku dulu.

Ngomonk-ngomonk soal cita-cita akw rasa berhubungan erat dengan apa yang akw khayalkan dan apa yang sering lakukan. Dulu akw suka banget maen akting-aktingan, tapi sendirian aja, biz nggak punya saudara dan temen yang bisa diajak maen cie. Jadi kalo pas di rumah nggak ada orang, ya akw berdandan ala aktris-aktris di tipi sesuai peran yang akw pengen maenkan. Dulu si lagi hot-hotnya pilm silat dari Cina dengan baju-baju dan tatanan rambut yang khas. Akw pake aja tu kain pantai berlapis-lapis akw pake rok dan baju, rambutkuw akw jepit-jepit sedemikian rupa sampai terlihat mirip dengan pendekar cewek Cina seperti di film Yoko. Akw ambil tongkat pramuka lalu kujadikan pedang samurai. Berakting sendiri, ngomonk-ngomonk sendiri seolah-olah akw lagi ngomonk ma lawan maenkuw. Akw rasa akw mulai memainkan peran-peran ini sejak akw TK mpe SMA kelas 2 akw masih suka bermain peran ini meskipun nggak sesering dulu. Akw juga suka menyanyi, suarakuw lumayan loo..hhehe... sempet berkhayal jadi penyanyi trio bareng temen-temen SMAkuw jadi akw ma satu temenkuw jadi vokalis tyuz satunya lagi maen keyboard.

mmm... kalo sekarang cie cita-citakuw ganti lagi. Kan seiring perubahan jaman berubah pula pola pikir kita. Yang pasti akw harus jadi orang sukses di sgala bidang yang akw geluti. Karena ayahkuw tak lain dan tak bukan adalah seorang wiraswasta yang membangun segalanya dari nol, sudah pasti darah bisnis mengalir di darahkuw. Sekarang akw lagi ngambil jurusan psikologi peminatan industri organisasi. Sebenernya dulu waktu kecil sempat berkhayal jadi seorang psikolog makanya pas tes masuk UMPTN akw milih pilihan pertama psikologi ma sastra inggris. Tapi sebenernya agak kepaksa juga cie. Padahal waktu itw akw uda nggak kepengen lagi jadi psikolog. Waktu itw akw lgi minat ma sastra jepang ma manajemen. Tapi berhubung waktu itw akreditasi sastra jepang masih B dan di manajemen ada seorang enemy figure dari masa lalu alhasil akw memilih dua pilihan diatas, karena menurutkuw cuma itw yang lucu. Masalah akw keterima yang mana, akw serahkan sama naseb. Akw yakin apapun yang dipilihkan Allah nanti itulah yang terbaik untukkuw.

Kalo ayahkuw seorang wiraswasta yang menjual buku-buku umum, aksesories, dll. Akw lebih tertarik di bidang kuliner. Jadi sudah jelas fokus peran yang akw pilih adalah entrepreneurship. Entrepreneur adalah seseorang yang membangun sebuah bisnis atau usaha. Sejak kecil akw selalu ditanamkan oleh kedua orang tuakuw bahwa dunia ini tak sebaik tapi juga tak sekejam yang kmw kira. Ambil resiko boleh asalkan penuh perhitungan. Kmw harus tau apa yang kamuw lakukan sepenuhnya tanggung jawabmuw sendiri, jangan pernah menyalahkan orang lain atas sgala keputusan yang kamuw ambil, jadi perhitungkan untung ruginya terlebih dahulu sebelum bertindak. Kerja keras merupakan hal yang penting dan absolut harus dimiki oleh seorang entrepreneur sejati. Akan tetapi jangan lupa untuk berpikir cerdas, karena kerja keras tanpa kerja yang cerdas maka bersiap-siaplah untuk tenggelam. Begitu pula sebaliknya orang yang cerdas tidak akan cepat puas dengan apa yang sudah dimilikinya lalu berleha-leha terbuai dengan apa yang dihadapannya tanpa melakukan suatu perubahan. Dunia ini terus berputar begitu pula dengan pemikiran tiap orang di bumi ini, perubahan demi perubahan pasti terjadi tiap detiknya, oleh karena bekerja keraslah dengan berpikir cerdas begitu pula orang yang cerdas pasti bekerja keras. Gunakan taktik yang berbeda di setiap masa yang berbeda untuk melangkah pada satu tujuan yang sama, karena sebuah taktik sifatnya dinamis. Selalu berubah menyesuaikan situasi yang ada.

Indiepreneurship bisa jadi pilihan yang tepat pula, karena akw suka dengan hal-hal yang baru. Akw nggak suka hal yang monoton dan akw memang suka membuat hal yang berbeda dari yang lain. Cara supaya qta bisa membuat sesuatu yang berbeda dengan yang lain adalah dengan mencari inspirasi. Inspirasi bisa datang dengan sendirinya atau dari orang lain. banyak-banyaklah sharing dengan orang lain, pekakanlah mata dan telinga. Karena membuat sesuatu yang unik bisa dengan cara mencontoh sesuatu dari orang lain.


Lah mencontoh kok dibilang unik??


Bagaimana caranya agar sesuatu yang kita contoh bisa menjadi sesuatu yang unik??


Coping – Modification - Then Display it with your own ways

Suatu contekan bisa dibilang unik bahkan original jika kita bisa membawakannya, mengepaknya, atau mendisplay-nya dengan cara kita sendiri yang tidak bisa ditiru oleh orang lain. modifikasi barang contekan tadi beri polesan yang membedakannya dengan yang asli, lalu sebarkan hal itw. Bak virus berbahaya.


tHinKHinG Out oF tHe BoX..!!!

Akw sedang belajar dan terus mengembangkan untuk berpikir dengan cara ini. Sarankuw berfikirlah diluar nalar dan logika manusia dimana semua orang berfikir seperti itw.

Dan jangan pernah menyerah pada kegagalan. Tak penting seberapa banyak qta terjatuh dan tersungkur ke jalanan penuh dengan luka pilu, tapi selalu ingatlah berapa kali saat-saat dimana qta bangkit kembali dan bagaimana qta melewatinya. Manfaatkan sgala kesempatan yang ada. Jika qta gagal di kesempatan yang ini makan yakinlah qta pasti berhasil di kesempatan yang lain jika qta terus berusaha.

Labels:

WhAt YoUR DaDdy and mOm wHiShinG wHeN yOu'vE bOrN..?!!???

Tanggal 15 Maret 2010 pukul 15.00 WIB aku mengirim message ke ayahku dengan kalimat,
Ayah telfon aku sekarang.. Penting..
Beberapa menit kemudian...
“ Apa sayang? Uang bulananmu udah habis lagi? ” tanya ayahku.
Lalu akupun mengutarakan maksudku mengapa aku menyuruh ayah menelefonku.
“ hhehe...bukaann...Ni ada tugas mengarang indah tentang kelahiranku. Ayah nggak sibuk banget kan sekarang? Cuma dikit kug.. ”
“ ooo... tyuz ayah harus apa? ”
“ Jawab aja pertanyaanku. Okey! ”

-0.0-

Malam itu perut mama terasa mulas sekali, sebuah alarm alami yang menandakan akan kelahiran seorang anak manusia ke dunia ini. Pukul 2 pagi, ayah segera mengepak barang-barang lalu segera membawa mamaku ke puskesmas terdekat. Perjuangan antara hidup dan mati selama berjam-jam akhirnya berakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Lahirlah seorang bayi perempuan manis yang sehat dan kuat. Ia diberi nama Yunita Aliya Wijayani yang berarti lahir di bulan Juni dengan harapan menjadi anak yang selalu berjaya di masanya, sukses dalam hidupnya. Dengan menyandang nama keluarga besar H.Ali Chamim Purnomo dan istrinya Hj.Mariani, ia menjadi harapan semoga menjadi berkah kebaikan dan menjadi anak yang sholehah dan menghormati kedua orang tuanya. Ia adalah putri ketiga dari empat bersaudara. Jarak antara dia dan adiknya sangat jauh, yaitu sekitar 12 tahunan. Ketika kecil ia begitu lincah dan nakal. Ia suka sekali mengacak-ngacak peralatan tukang tetangganya yang sedang sibuk membenahi rumahnya, ia suka sekali berlarian kesana-kemari sampai-sampai ia terjatuh tertimpa pot tanaman lalu telinganya berdarah hingga memerlukan beberapa jahitan di dagu dan telinga sebelah kanan. Namun ketika sang kakak perempuan meninggal karena penyakit demam berdarah dan sang kakak laki-laki tiba-tiba saja mendapat kecelakaan di bagian kepalanya karena terjadi benturan keras hingga menyebabkan sang kakak menjadi idiot, ia menjadi bukan hanya menjadi harapan keluarganya saja tapi juga satu-satunya tumpuan serta kebanggaan ayah dan mama saat itu. Saat-saat sulit telah mereka lewati bersama hingga akhirnya mereka dapat melangkah maju ke depan setelah melalui berbagai macam rintangan seperti berganti-ganti jenis pekerjaan, ditipu orang, barang-barang dicuri dan sebagainya. Kedua oarngtuaku tetap bisa bangkit hingga menjadi seperti sekarang.





Aku teringat dulu ayah sering sekali mengakku pergi berdua saja hanya sekedar mencari makan dengan sepeda motor kesayangannya. Aku masih ingat, dulu kami sering makan nasi bali dengan lauk telur, tahu, dan tempe yang sudah dibumbui di warteg dekat sekolah luar biasa mas Nano. Biasanya kami pergi kesana saat sore hari atau saat selesai menjemput mas Nano pulang sekolah. Ketika toko tidak terlalu ramai, kami seluruh keluarga sering keluar bersama wisata kuliner sekaligus sedikit refreshing saat sore hari naik mobil chery silver second mobil pertama yang kami punya. Kini hal itu jarang terjadi lagi, apalagi dengan bertambahnya jam tayang sosial ayahku yang begitu tinggi entah itu dengan walikotalah, orang pemkotlah, orang masjidlah, belum lagi dengan organisasinya. Pagi sampai malam ayah bekerja di toko, mama memasak makanan untuk ayah, mas Nano, dan adikku Aan serta karyawan tokoku yang berjumlah 7 orang. Tidur siang sebantar lalu bergantian dengan ayahku menjaga toko. Itulah rutinitas mereka sehari-hari. Momen-momen seperti dulu sedikit lebih sulit didapatkan lagi. Apalagi ditambaha aku yang menetap di Surabaya. Setiap tahun mama dan ayah merencanakan piknik ke luar kota dengan semua karyawan tokoku sekedar me-refresh pikiran yang lelah terus bekerja. Beristirahat, memandang langit dan menghirup segarnya udara tanpa asap dan debu kota.
Saat aku mulai diperkenalkan dengan yang namanya lingkungan di luar rumah yaitu sekolah, aku menjadi pribadi yang sangat sulit bergaul dengan anak-anak yang lain dan juga pemalu. Melihat hal itu, mama berusaha memasukkan aku ke dalam gruop drum band. Di TK sampai SD ayah dan mama berusaha memasukkan aku ke group drum band berharap aku akan dapat mengembangkan sosialisasiku. Tapi hal itu agaknya percuma saja, malahan waktu SD aku pernah dimusuhi teman-teman sekelas dan kakak-kakak kelasku yang juga ikut drum band karena sebuah gosip yang sampai sekarang aku juga tidak tahu darimana-datangnya itu. Tiba-tiba saja ada yang bilang kalau ayahku menyogok guru drum band-ku supaya aku bisa menjadi salah satu dari mereka. Sebenarnya aku tahu ayahku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, ayahku adalah orang yang bermartabat dan terhormat. Banyak orang yang menyeganinya. tapi karena semakin lama gosip itu membuatku mendapat pandangan mata yang sinis dari banyak orang, aku bertanya tentang kebenaran isu itu pada ayahku. Dia menjawab bahwa dia hanya berbicara pada salah satu guru drum bandku yang sangat akrab dengannya, dia meminta kalau masih ada tempat kosong biarkan tempat itu ditempati olehku supaya aku tidak terlalu menjadi anak yang pemalu dan penyendiri. Ayahku hanya ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berani dan punya teman. Lalu ketika aku bertanya apa yang harus aku lakukan dengan anak-anak yang selalu memandang sinnis padaku, dia menjawab dengan penuh bijaksana, “ Mereka hanyalah anak-anak yang tidak mengerti apa-apa tentangmu. Berita bohong tak akan bertahan lama, cepat atau lambat merekalah yang akan menyesal nantinya karena percaya pada sesuatu yang tak jelas kebenarannya. Lupakan saja mereka. Jangan terlalu dipikirkan. ” Sejak saat itu aku tak teerlalu menggubris celoteh dan pandangan mereka terhadapku, aku tak peduli, toh yang dosa juga mereka kan! Lagipula sebentar lagi merka juga akan pergi dari hadapanku karena waktu itu EBTANAS segera dimulai. Aku menghargai betul apa arti perjuangan hidup. Hidup adalah penuh perjuangan, ayahku untuk menjadi seseorang yang seperti sekarang telah melalu berbagai rintangan dan hambatan. Akupun juga begitu, tak peduli sejak kapan aku ditempa dengan berbagai ejekan dan pengasingan, aku akan tetap berdiri tegap, kalau saat itu aku tak disukai dan dibenci oleh sebagian orang, saat ini aku pasti menjadi orang yang paling dicari-dicari.
Dalam sebuah kematangan diri ada jiwa dan pikiran yang matang. Dan kesemuanya itu dilintasi dengan potongan-potongan pengalaman masa lalu dimanapun, kapanpun dan apapun bentuknya itu. Belajarlah dari pengalaman itu, selamilah, dan rasakan itu.

-0.0-

Ketika aku bertanya pada ayah, apa yang dibayangkannya pada malam takbiran tahun 2019 bersama anak-anak dan cucu-cucunya, sebenarnya aku sudah bisa menebak apa yang akan dia katakan.
Dalam menjalani hidup dan menjadi seseorang seperti ayah sekarang tidaklah mudah. Semua penuh cobaan jatuh dan bangun. Ayah pernah menjadi kredit utang, namun karena ayah tidak tegaan maka kebanyakan uangnya tidak kembali. Selain itu ayah juga pernah menjadi penjual manisan di sekolah-sekolah, pentol, penjual mie ayam, dll. Jangan pernah menyerah dan lekas kendor semangatnya. Ayah dan mama bekerja keras dan berhasil seperti sekarang supaya anak-anak ayah dan mama bisa hidup tidak kekurangan seperti ayah dan mama dulu. Ayah membangun rumah ini lagi supaya cucu-cucu mereka senang dan betah ketika berkunjung ke rumah ayah dan mama. Satu hal yang pasti kita tetap harus selalu ingat pada Allah SWT, jangan lupa shalat lima waktu dan sunnah-sunnah lainnya. Jangan tamak dan selalu bersyukurlah. Ini semua hanyalah titipan dari-Nya semata. Jadi pergunakanlah baik-baik.

Labels:

from Imperfect became Single Fighter

Cadellia to be a Single Fighter

Cadellia is a imperfect girl become cadellia is a single fighter. Ini berarti awal dari perubahan krusialku selama masa hidupku. Sedikit demi sedikit tanpa mereka sadari aku telah menyerap kekuatan orang-orang di dekatku kemanapun aku melangkah dan kapanpun waktu berdetik. Pembelajaran-demi pembelajaran aku terima dan pahami. Melihat dari sudut pandang yang berbeda. Duduk di deretan kursi-kursi orang biasa pada umumnya, mendengarkan dengan seksama tanpa banyak bertanya.
Tapi lihatlah suatu saat aku pasti menjadi salah satu orang yang diminta maju ke depan, menceritakan pengalaman hidupku, jatuh bangunnya aku melangkahkan kaki melewati kerikil jalanan yang tajam, menaiki tebing-tebing curam yang menjulang tinggi ke atas awan, serta terengah-engah bertahan di tengan sapuan badai di tengan gurun hingga sampailah aku ke puncak gunung perwujudan dari sebuah mimpi.
Mimpi....!!! sejak kecil aku bermimpi. Dan bagiku dulu mimpi hanyalah bunga tidur belaka. Tak bermakna apapun. Hingga pada suatu saat aku berhenti untuk bermimpi. Dulu aku menyalahkan keadaan yang membelengguku, aku menyalahkan Tuhan mengapa aku diberi kehidupan seperti ini. Aku iri dengan orang-orang di sekitarku. Aku selalu menjadi orang yang baik hingga saking baik atau bodohnya aku, aku menjadi anak yang terasing dan terbuang. Bayangan seorang anak yang terasingkan, tak terlihat, dan teracuhkan itu telah menjadi simbol darii diriku. Sulit sekali memusnahkannya dari benak, mata, dan keyakinanku hingga tercermin dalam perilakuku yang selalu tak tahu harus berbuat apa, pantaskah aku menjadi...!! pantaskah aku menginginkan ....!! untuk sekedar berimajinasi saja aku tak berani. Trauma di masa kecil telah terpatri kuat dalam ingatanku. Ketakutan-ketakutan tak diterima, dilecehkan, dan dicemooh selalu membayangi tiap langkahku. Dan jadilah aku menjadi seseorang yang selalu tak sempurna dan tak dianggap oleh orang.
Kini aku harus bangkit, kini aku bisa bermimpi, setinggi apapun itu. Tinggal mewujudkannya. Ya. Memang aku gagal dalam banyak hal. Dan aku memang belum berhasil membuktikan pada siapapun bahwa aku mampu. Berulang kali aku gagal dengan berbagai alasan. Berulangkali aku dianggap tak memenuhi syarat. Tapi, tunggulah. Aku sedang merencanakan gebrakan baru. Jika aku memang belum berhasil di tempat ini, maka aku akan mencoba berhasil di tempat lain. Jika aku belum berhasil di waktu saat itu, maka aku pasti berhasil di waktu yang lain. Kesempatan tak selalu ada dan memang tak sem ua orang melihat dan bisa mendapatkan kesempatan itu. Tapi aku tak akan menyerah. Aku akan buat kesempatan itu sendiri dengan caraku sendiri.
Mungkin menjadi seorang konselor untuk orang lain dapat dibilang sedikit sulit tapi lebih sulit lagi menjadi seorang konselor untuk diri sendiri. Berjuang mengubah mind set diri sendiri jauh lebih rumit dibanding mengukir batu pualam. Tapi sulit dan rumit bukanlah menjadi sesuatu yang tak bisa dimudahkan. Benang yang kusut bisa menjadi bentangan kain yang indah jika kita menjalani prosesnya dengan benar. Dan yang terpenting gunakanlah caramu sendiri. Boleh saja mengadaptasi cara pandang orang lain, tapi modifikasilah, buatlah cara pandang dari orang lain tersebut seolah-olah berbeda, lalu buat itu menjadi gaya unikmu yang tak bisa ditiru orang lain. kini saatnya cadellia imperfect menjadi cadellia singel fighter, berjuang melawan diriku yang telah lalu untuk menjadi pribadi yang baru dan lebih baik lagi. Aku sudah pernah mengalami fase-fase perubahan seperti ini di masa lalu. Aku berubah dari pribadi yang terlupakan dan tak diinginkan, dan terkucilkan menjadi pribadi yang setidaknya tak dilupakan lagi. Kini saatnya aku memulai fase yang baru lagi, sudah cukup aku tinggal di zona aman dan menutup diri. Tiba saatnya aku mengembangkan sayap emasku, dan melakukan aksi, menunjukkan kekuatanku. It’s time to show up the real who I am to world.

Labels:

Di Awal Tahun Baru, Kita Menangis Pilu

Di Awal Tahun Baru, Kita Menangis Pilu

Tahun 2009, yah saya kira akan menjadi tahun perdamaian di seluruh penjuru dunia. Dimana di tahun kuda ini akan banyak disemarakkan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia yang baru serta pemilihan umum di berbagai tempat. Apalagi dengan berita terpilihnya Barack Obama sebagai presiden negara adidaya, Amerika Serikat itu diharapkan akan menorehkan sejarah dan dapat mewujudkan perdamaian dunia. Sedangkan di sudut-sudut kota banyak sekali aliansi-aliansi masyarakat yang dengan gegap gempita menyuarakan penegakan hak asasi manusia, perlindungan anak-anak, emansipasi wanita, serta persiapan-persiapan masyarakat menyongsong era globalisasi yang semakin mendekat dengan sorak kemenangan untuk semua bangsa, suku, ras, agama, dll. Tapi kenyataan memang terkadang selalu berbanding terbalik dengan angan-angan, tidak disangka-sangka awal tahun 2009 ini kita digemparkan dengan peristiwa dibombardirnya Palestina oleh tentara yang kita sebut zionis Israel khususnya di jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, konflik diantara Israel dan Palestina telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Konflik Palestina - Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).

Sungguh sangat disayangkan, menjelang hari-hari pergantian tahun tepatnya pada tanggal 27 Desember 2008 yang lalu Israel memulai agresi militernya secara besar-besaran menyerbu tanah mujahid Palestina. Memang Hamas terlebih dahulu meluncurkan rudal ke tanah Israel dan telah menewaskan 3 orang Israel. Akan tetapi apakah Israel harus se-lebay itu menanggapi serangan Palestina! Lihatlah! Gaza hanyalah kota kecil di Palestina yang bahkan luas wilayahnya saja tidak lebih besar dari kota Jakarta. Serangan balasan yang dilancarkan oleh Israel sungguh di luar batas kemanusiaan. Semua cara dilakukan tanpa belas kasih sedikitpun.

Selama tiga pekan lebih saudara-saudara kita di Palestina tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana mereka bisa tidur, untuk mengatur nafas saja mereka tersendat-sendat. Hampir sepanjang hari di telinga mereka terdengar letusan bom rudal yang diluncurkan dari tank-tank tentara zionis Israel, setiap saat mereka membuka mata yang mereka lihat hanyalah kobaran api yang dengan sigap melahap gubuk tempat mereka bernaung dulu. Tapi kini semua luluh lantah, sama rata dengan tanah. Bahkan gedung-gedung sekolah, tempat-tempat ibadah, bangunan-bangunan milik pemerintah dan PBB, dan rumah sakit-pun tak luput dari sasaran kebrutalan Israel. dan yang lebih memukul perasaan mereka, penyerbuan itu tak berhenti pada itu saja. Selain bangunan-bangunan, tentara Israel juga tak segan-segan menembaki warga palestina yang tak sengaja lewat di depan mereka, mobil ambulans yang sedang membawa pasien-pun tak luput dari kejaran rudal-rudal yang membabi-buta. Dimana sisi kemanusiaan para tentara Israel itu! Sekejam-kejamnya nazi tidak akan membuat seorang anak tak berdosa kehilangan kedua orangtuanya, sekejam-kejamnya nazi tidak akan memburu orang yang sudah tak berdaya.

Dikutip dari koran Duta Masyarakat Jumat, 13 Januari 2009 kerusakan yang terjadi di kota Gaza, Palestina terjadi merata, baik di pinggiran hingga di pusat kota. Serangan bom-bom ke arah pantai yang dilancarkan oleh kapal angkatan laut Israel di Laut Mediteranian, membuat kaget para relawan yang menginap di beberapa hotel dekat pantai tersebut. Menurut seorang relawan dari Afrika Selatan itu mengatakan, bahwa tembakan dari laut itu sering dilakukan Israel untuk mengusir nelayan Palestina agar tidak mendekati atau memasuki garis laut yang sudah masuk wilayah Israel. Lain lagi ceritanya dengan tragedi terbunuhnya seorang kamerawan Kantor Berita Reuters Fadal Shana yang sedang meliput perang brutal itu. Tak tahukah mereka, bahwasannya wartawan itu seharusnya dilindungi dari sasaran senjata kedua belah pihak? Apakah mereka lupa etika dalam berperang? Atau apakah di negara Israel memang tidak memiliki aturan kemanusiaan layaknya negara bar-bar jaman dulu!

Coba bayangkan bagaimana perasaan saudara-saudara kita selama masa-masa suram itu. Lihatlah para wanita-wanita itu telah kehilangan suami dan buah hati penerus keturunannya, pria-pria itu telah kehilangan rumah dan pekerjaannya yang selama ini mereka bangun dengan jerih payahnya selama bertahun-tahun, pandangi anak-anak itu, yang tak lain adalah generasi penerus Palestina yang seharusnya sedang bermandikan kehangatan dan belaian kasih kedua orangtuanya kini dalam sekejap telah menjadi sebatangkara, tak punya siapapun, anak-anak itu telah kehilangan sekolah dan taman bermain mereka, tempat mereka menimba ilmu dan tempat mereka bercengkerama dengan sahabat dan teman-teman mereka.

Sungguh memilukan, kenangan indah semasa dulu semua telah digantikan dengan kenangan buruk yang akan akan terus membekas di hati mereka. Angan-angan malam tahun baru yang seharusnya mereka rayakan dengan suka cita bersama keluarga tercinta, gelegar sorak sorai teman-teman terdekat, nuansa kembang api yang terus menghiasi angkasa diiringi suara riuh berbagai model terompet, dan harapan yang membumbung tinggi akan masa depan-pun dipanjatkan. Sebelum mereka sempat mengecap manisnya kemeriahan malam tahun baru, mereka dikejutkan dengan letusan bom-bom dan rudal yang meluncur tinggi di langit malam Palestina dan kemudian jatuh tercerai berai tepat diatas atap rumah mereka. Semua angan-angan indah itu telah sirna, berganti dengan mimpi buruk yang akan senantiasa membayang-bayangi setiap sudut ingatan dan hati yang terlajur tersayat oleh kebrutalan Israel. Kini yang ada di pelupuk mata mereka yang selamat itu hanyalah tetesan-tetesan air mata yang mengalir bak sungai yang deras, di dalam hati mereka mengutuk semua orang-orang yang ikut ambil andil dalam kehancuran negerinya. Selain isak tangis yang terus bercucuran, dari bibir kering mereka yang selamat terucap lantunan doa-doa mustajab, rintihan dan harapan agar semua peperangan ini segera berakhir. Apabila dahulu, di pikiran mereka tersusun rencana-rencana untuk meningkatkan kualitas hidup demi menyongsong masa depan, saat ini yang tersisa di otak mereka adalah bagaimana agar mereka bisa bertahan hidup dari sisa-sisa reruntuhan rumahnya, bertahan dari dinginnya angin malam yang senantiasa membelai jiwa dan raga yang haus akan keyakinan. Keyakinan akan Allah swt, keyakinan akan pemimpin-pemimpin Palestina dalam mengambil kebijakan-kebijakan atas nyawanya, keyakinan akan adanya secuil masa depan.

Apabila kita pandang dari sisi kemanusiaan dimanapun, kapanpun, dan oleh alasan yang paling mendasar sekalipun, yang namanya peperangan, khususnya di Gaza, Palestina akan selalu mengambil korban jiwa yang tak bersalah. Siapapun yang pernah mengecap perihnya getir peperangan, di dalam dirinya akan selalu terdapat bekas sayatan di lubang hati paling dalam. Luka yang ditorehkannya tak selamanya selalu bisa dihadapi oleh semua orang. Peperangan di Palestina yang menewaskan lebih dari 1330 orang yang sebagian besar adalah anak-anak, tak hanya menguras semua harta benda mereka yang selamat, tapi juga menguras seluruh tenaga dan pikiran seluruh penduduk di dunia bagi mereka yang masih peduli pada masalah kemanusiaan. Mental psikis mereka terguncang hebat, bahkan orang yang paling kuat sekalipun dapat kehilangan keyakinan-keyakinan yang mereka pegang selama ini apabila tak ada dukungan moril dari luar. Tanpa semangat hidup raga yang masih bernafaspun bagaikan raga tak berpenghuni alias mayat hidup. Tetapi untunglah banyak negara-nagara Islam maupun non-Islam yang sangat peduli dengan apa yang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita. Bantuan-bantuan materiil dan relawan terus berdatangan silih berganti demi menujukkan rasa simpati dan empati kita terhadap hasil kebengisan tentara zionis Israel. Sumbangan yang kita berikan sangat berarti bagi mereka.

Setiap kejadian di dunia ini selalu memiliki hikmah di dalamnya. Hikmah yang dapat kita ambil dari tragedi kemanusiaan ini adalah segala bentuk permusuhan dan perpecahan tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kehancuran suatu kaum, mungkin Israel belum kehilangan apa-apa saat ini, tapi ingatlah, azab dari Allah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Doa-doa warga Palestina yang teraniaya pasti akan dikabulkan cepat atau lambat. Mungkin dulu warga Palestina hanya memiliki sanak keluarga dan teman-teman muslim di Palestina, tapi lihatlah, kini mereka memiliki hampir seluruh lapisan masyarakat di dunia. Doa-doa tak hanya keluar dari bibir warga Palestina tapi juga keluar dari bibir-bibir yang senantiasa basah oleh dzikir dan doa-doa di seluruh penjuru dunia. Yakinlah kalian bisa saudara-saudaraku! Berdiri dan bangkitlah dari tempat ratapanmu! Selain berdoa kalian juga harus membuktikan sesuatu! Jangan biarkan antek-antek Israel tertawa diatas kepedihanmu, tunjukkan pada mereka, selama di dalam ragamu masih terdengar denyut jantung, berjuanglah! Semoga Allah swt selalu menyertai kalian. Amin.

Labels: